Sejarah

carikost.blogspot.comAwal Perjalanan Sejarah
Sejarah awal KSP Sarana Bhakti dimulai dengan berkumpulnya 36 orang sebagai cikal bakal anggota KSP Sarana Bhakti pada 12 Juli 1975. Hal ini sudah sesuai dengan UU nomor 12 Tahun 1967 tentang Perkoperasian. Undang Undang ini diperbarui dengan Undang Undang nomor 25 tahun 1992. 36 orang tersebut yang tergabung menjadi anggota koperasi sepakat menamai dengan nama Koperasi Serba Usaha Pedagang Pasar Sarana Bhakti TP. Untuk lebih mudah, disingkat dengan nama Koperasi Sarana Bhakti. Pada awal mula, organisasi ini belum berbadan hukum koperasi tetapi baru berbentuk usaha yang sifatnya sukarela dan dilakukan bersama-sama oleh ke-36 pedagang tersebut. Kemudian, Koperasi tersebut disahkan pada 1 Desember 1975.

Pelayanan Koperasi Sarana Bhakti dimulai dari jalan Sompok 90 Semarang, dan masih menumpang di rumah salah satu pengurus pada saat itu. Wilayah kerjanya meliputi Pasar Petorangan, Pasar Johar, dan Pasar Bulu. Pertama kali, Simpanan Pokok yang berhasil dikumpulkan adalah Rp.90.000,- dan Simpanan Wajib sebesar Rp.18.000,-. Pada akhir tahun 1975, jumlah anggotanya sudah meningkat menjadi 47 orang dengan Simpanan Pokok sebesar Rp.117.500,- dan Simpanan Wajib sebesar Rp.20.300,-. Ada simpanan baru yaitu Simpanan Sukarela besarnya Rp.110.800,-. Pada akhir tahun itu pula, dicatatkan besarnya Sisa Hasil Usaha sebesar Rp.9.280,-

Pada tahun 1978, Koperasi Sarana Bhakti mengajukan permohonan untuk dapat menempati salah satu kios di Pasar Bulu atas. Dengan ijin dari Walikota Semarang, permohonan tersebut dikabulkan. Koperasi Sarana Bhakti mulai memindahkan kantor pelayanan dan menempati kantor di Pasar Bulu tersebut. Sistem sewa yang digunakan adalah membayar retribusi bulanan kepada Pemerintah Kota melalui Dinas Pasar.

Dalam perjalanan waktu, Pengurus dan Pengawas serta anggota berpikir bahwa baik apabila Koperasi Sarana Bhakti mempunyai kantor pelayanan sendiri, terpisah dari tempat atau rumah milik perorangan. Cukup lama untuk muncul kesempatan mewujudkan mimpi tersebut. Tepat tanggal 12 Juli 2005, Koperasi Sarana Bhakti mulai menempati gedung milik sendiri di Jalan Bulustalan II nomor 266. Waktu yang dipilih bertepatan dengan Hari Berdirinya KSP Sarana Bhakti yang ke-30 dan bertepatan pula dengan peringatan Hari Koperasi Nasional ke-58. Sejak itulah, kantor pelayanan KSP Sarana Bhakti dilakukan di gedung sendiri.

Perjalanan Sejarah Legalitas
Perubahan legalitas dokumen Anggaran Dasar KSP Sarana Bhakti dimulai sejak 9 Desember 1982 dengan nomor 8897a/BH/VI, kemudian diubah lagi dengan nomor 8897c/VI/VI pada tanggal 19 Agustus 1991. Pada 1996, Anggaran Dasar KSP Sarana Bhakti diubah dengan nomor 8897c/BH/PAD.II/IX/1996. Kemudian tanggal 17 Juli 2006, terjadi Perubahan Anggaran Dasar dengan nomor 05/PSD/KDK.II/VII/2006. Tentu saja perubahan-perubahan Anggaran Dasar ini tidak menyulitkan pelayanan KSP Sarana Bhakti, malah perubahan yang terjadi semakin menegaskan bahwa KSP Sarana Bhakti adalah salah satu Koperasi yang taat pada hukum yang dan ketentuan Perudang-undangan yang berlaku.

Perjalanan Sejarah Pelayanan …… sampai sekarang
Pada awal beroperasionalnya, KSP Sarana Bhakti hanya memiliki 1 (satu) kantor saja. Tetapi, seperti kata pepatah, untuk memulai 1000 langkah, diperlukan 1 langkah awal. KSP Sarana Bhakti pun juga demikian. Memulai dengan 1 kantor pelayanan, pada akhir tahun 2016 ini, telah berdiri 7 kantor pelayanan di beberapa kota dan kabupaten. Dulu, KSP Sarana Bhakti hanya numpang berkantor di rumah salah satu pengurus, kemudian mempunyai kantor dengan sistem sewa dan akhirnya dapat memiliki kantor sendiri. Sekarang, jaringan kantor yang ada di KSP Sarana Bhakti sudah meliputi Semarang Kota, Semarang Barat Ngaliyan, Semarang Selatan Pudakpayung, Kabupaten Demak, Kabupaten Semarang Tengaran, Kota Salatiga, Kota Magelang, Kabupaten Magelang Mertoyudan dan …. akan terus bertambah!!

Pada sejarah awalnya anggota yang bergabung hanya 36 orang dan sekarang di akhir 2015 sudah lebih dari 9.000 orang yang bergabung dengan KSP Sarana Bhakti. Pada awal perjalanan, hanya pedagang pasar, sekarang sudah banyak profesi lain yang bergabung seperti pengusaha warung kelontong, pemilik bengkel, pemilik warung makan, karyawan, dan banyak lagi. Pada awal mulanya, Simpanan Pokok terkumpul Rp.90.000,- dan Simpanan Wajib sebesar Rp.18.000,- pada akhir tahun 2015, Modal sendiri (Simpanan Pokok dan Simpanan Wajib) dibukukan sebesar Rp.4.077.022 ribu. Simpanan Sukarela sudah dibukukan sebesar Rp.6.392.456ribu dari Rp.18.000 di tahun 1975. Sisa Hasil Usaha dibukukan sebesar Rp.771.798ribu untuk tahun 2015. Perkembangan yang baik sekali

Pada awal sejarahnya, KSP Sarana Bhakti dikelola oleh pengurus sendiri tetapi sekarang KSP Sarana Bhakti sudah memisahkan antara kepengurusan dengan pengelolaan. KSP Sarana Bhakti sudah menunjuk pengelola tersendiri dan terpisah dari kepengurusan. Hal ini bisa menjadi indikasi bahwa KSP Sarana Bhakti dikelola murni sebagai pengembangan bisnis anggota untuk kepentingan anggota yang lebih besar pula. Kepengurusan pun dibatasi masa berlakunya dengan perubahan Anggaran Dasar yang disetujui oleh Gubernur Jawa Tengah dengan nomor 05/PAD/KDK.II/VII/2006 menjadi 5 tahun dan dapat diangkat ulang untuk periode berikutnya.